Pengumuman Pendaftaran Penempatan Calon Tenaga Kerja Bidan Indonesia ke Republik Demokratik Timor Leste

penerimaan bidan di negara timor leste

Kewenangan Bidan Sesuai Permenkes No 1464 Tahun 2010 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 1464/Menkes/Per/X/2010 tentang Izin dan Penyelenggaran Praktik Bidan, kewenangan yang dimiliki bidan meliputi:

  1. 1.     Kewenangan normal:
    1. a.     Pelayanan kesehatan ibu
    2. b.    Pelayanan kesehatan anak
    3. c.     Pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana
  2. 2.     Kewenangan dalam menjalankan program Pemerintah.
  3. 3.     Kewenangan bidan yang menjalankan praktik di daerah yang tidak memiliki dokter.

Kewenangan normal adalah kewenangan yang dimiliki oleh seluruh bidan. Kewenangan ini meliputi:

  1. 1.     Pelayanan kesehatan ibu
    1. a.     Ruang lingkup:

1)     Pelayanan konseling pada masa pra hamil

2)     Pelayanan antenatal pada kehamilan normal

3)     Pelayanan persalinan normal

4)     Pelayanan ibu nifas normal

5)     Pelayanan ibu menyusui

6)     Pelayanan konseling pada masa antara dua kehamilan

  1. b.    Kewenangan:

1)     Episiotomi

2)     Penjahitan luka jalan lahir tingkat I dan II

3)     Penanganan kegawat-daruratan, dilanjutkan dengan perujukan

4)     Pemberian tablet Fe pada ibu hamil

5)     Pemberian vitamin A dosis tinggi pada ibu nifas Baca selebihnya »

KEBUTUHAN DOKTER UMUM PTT PERIODE OKTOBER 2011…SULTENG

KEBUTUHAN DOKTER UMUM PTT
PERIODE OKTOBER 2011
PROVINSI SULAWESI TENGAH
NO. KABUPATEN/KOTA KRITERIA JUMLAH
B T ST
1. Kota Palu 2 2
2. Kab. Toli-Toli 2 2
3. Kab. Tojo Una-Una 1 2 2 5
4. Kab. Sigi 1 1 2
5. Kab. Poso 5 4 9
6. Kab. Parigi Moutong 2 2
7. Kab. Morowali 2 2
8. Kab. Donggala 1 1
9. Kab. Buol 2 2
10. Kab. Banggai Kepulauan 1 1
11. Kab. Banggai 3 3
JUMLAH 1 15 15 31
Catatan : Lama penugasan kriteria B adalah 3 Tahun. Lama Penugasan kriteria T dan ST adalah 1 Tahun
Jakarta, 29 Juli 2011
Kepala Biro Kepegawaian

ttd

dr. PATTISELANNO ROBERTH JOHAN, MARS
NIP. 19601013 198912 1 001

KEBUTUHAN DOKTER GIGI PTT PERIODE OKTOBER 2011

KEBUTUHAN DOKTER GIGI PTT
PERIODE OKTOBER 2011
PROVINSI SULAWESI TENGAH
NO. KABUPATEN/KOTA KRITERIA JUMLAH
B T ST
1. Kota Palu 1 1
2. Kab. Toli-Toli 1 1
3. Kab. Sigi 1 1
4. Kab. Poso 1 1 2
5. Kab. Parigi Moutong 1 1
6. Kab. Morowali 1 1
7. Kab. Donggala 1 1
8. Kab. Buol 1 1
9. Kab. Banggai 1 1
JUMLAH 0 5 5 10
Catatan : Lama penugasan kriteria B adalah 3 Tahun. Lama Penugasan kriteria T dan ST adalah 1 Tahun
Jakarta, 29 Juli 2011
Kepala Biro Kepegawaian

ttd

dr. PATTISELANNO ROBERTH JOHAN, MARS
NIP. 19601013 198912 1 001

PENGUMUMAN PENDAFTARAN PERAWAT KE JEPANG 2011…

UNDANGAN PERTEMUAN TEKNIS JAMKESMAS & JAMPERSAL DI BALI 2011

PENGUMUMAN JADWAL TEST S2 HUKUM KESEHATAN UNHAS 2011

Pengaruh Musik Pada Kehamilan

Musik diciptakan untuk memengaruhi kondisi psikologis manusia. Dan, manusia adalah makhluk yang kompleks. Setiap musik memiliki elemen dasar, yaitu pitch (frekuensi suara), tempo, timbre (warna suara) dan dinamika. Denyut jantung ibu merupakan stimulus musik pertama yang didengar oleh janin. Karena itu, musik yang diperdengarkan untuk tujuan tertentu harus dibuat berdasarkan kebutuhan per individu.

Umumnya, kehamilan mempunyai efek pada metabolisme, endokrin serta sistem kardiovaskuler ibu dan janin. Kehamilan tidak hanya menyebabkan perubahan pada pelvis dan abdomen ibu hamil tetapi juga seluruh bagian tubuh.

Bagi janin, keseimbangan hormonal dan metabolisme akan mempengaruhi pertumbuhan sel-sel. Sel-sel ini sebaiknya di stimulasi sejak dini agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Kecerdasan manusia tidak hanya ditentukan semata-mata oleh jumlah sel otak yang dimiliki, tetapi lebih ditentukan oleh seberapa banyak koneksi (synaps) yang bisa terjadi antar sel-sel otak. Setiap sel-sel otak dapat memiliki kemungkinan 1 hingga 20.000 sinaps. Koneksi antar sel otak ini akan terjadi bila otak sering diberi stimulus.

Ada tiga jenis stimuli yang akan meningkatkan kecerdasan janin. Stimuli tersebut adalah stimuli fisik-motorik, misalnya, ibu mengelus-elus perut, atau memberikan respon apabila ada gerakan-gerakan yang dilakukan sang janin; stimuli kognitif, misalnya, ibu hamil berkomunikasi dengan bayinya dengan cara berbicara atau mendongeng pada sang janin; stimuli efektif, misalnya, menyentuh perasaan bayi dengan memperdengarkan jenis musik tertentu. Jika hal ini dilakukan dengan sering dan teratur, maka hasilnya akan lebih baik lagi.

Pentingnya stimulus, khususnya musik, akan menyeimbangkan IQ dan EQ sang janin, bahkan berpengaruh besar pada kehidupannya kelak. Keseimbangan ini terlihat pada fungsi otak kanan dan otak kiri manusia. Otak kiri berkaitan dengan kemampuan berbicara, mengingat dengan tata bahasa, berfikir secara sistematis, mengendalikan emosi, memandang hidup dengan serius, bekerja dengan fakta, kemampuan menganalisa, berfikir logis, tugas-tugas praktis, kegiatan terpola, daya ingat (nama, waktu, peristiwa) dan organisasi.
Sementara otak kanan berhubungan dengan, perkembangan artistik/kreatif, perasaan, menyatakan emosi, irama musik, memandang hidup dengan santai, membuat sintesa, imajinasi, lamunan, berfikir secara global dan intuitif, tugas-tugas abstrak, improvisasi, kegiatan terbuka, pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi dan pengembangan kepribadian. Baca selebihnya »

SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA RAMADHAN..TIPS SEHAT PUASA

HASIL SURVEI Enterobacter sakazakii PADA FORMULA BAYI YANG BEREDAR DI INDONESIA

HASIL SURVEI Enterobacter sakazakii PADA FORMULA BAYI
YANG BEREDAR DI INDONESIA

 

Dalam rangka memberikan kepastian kepada masyarakat tentang keamanan formula bayi, Kementerian Kesehatan, Badan POM RI dan IPB, telah melakukan survei cemaran Enterobacter sakazakii (E. sakazakii) terhadap semua nama dan jenis susu formula bayi yang beredar di Indonesia tahun 2011. Tim Nasional Survei Cemaran Mikroba pada Formula Bayi yang Beredar di Indonesia terdiri dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Dalam melaksanakan tugasnya Tim bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan RI.

Tujuan survei ini adalah untuk mendapatkan informasi dan konfirmasi tentang cemaran mikroba (E. sakazakii) pada susu formula bayi yang beredar di Indonesia tahun 2011, karena masyarakat Indonesia perlu dilindungi dari peredaran produk susu formula bayi. 

Pengambilan dan penanganan sampel susu formula bayi dilakukan oleh petugas Badan POM sejak bulan Maret – April 2011 di seluruh Indonesia. Pengambilan sampel susu formula bayi dilakukan di Pasar Swalayan dan Pasar Tradisional terhadap seluruh nama merek dan jenis susu formula bayi yang beredar di Indonesia pada tahun 2011 yaitu sebanyak 47 merek yang terdiri dari 88 bets, baik produk dalam negeri (MD) maupun impor (ML).  Baca selebihnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.