LWK POST – Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai bakal merubah program penanganan gizi buruk. Pasalnya, metode penanganan terhadap gizi buruk yang berjalan selama ini dinilai belum efektif.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, dr. Hariadi MKes, kepada Luwuk Post, mengatakan, kasus gizi buruk di daerah ini lebih disebabkan oleh perilaku ibu balita, dibanding masalah-masalah ekonomi. Karena itu, kedepan, penanganan terhadap kasus gizi buruk akan dilakukan dengan memberikan intervensi langsung terhadap ibu balita, terutama dalam pemberian makanan tambahan.
Selama ini, menurut Hariadi, pemberian makanan tambahan disiapkan langsung oleh ibu–ibu PKK yang ada di desa dan kelurahan. Namun cara seperti itu kurang efektif untuk mengatasi mencuatnya kasus gizi buruk. “Kedepan intervensi terhadap kasus ini akan dilakukan terhadap ibu balita. Ibu balita akan kami berdayakan untuk menyiapkan langsung makanan tambahan local untuk balita mereka,” katanya.
Dia mengatakan, kasus –kasus gizi buruk yang masuk ke puskesmas maupun rumah sakit lebih banyak disebabkan oleh perilaku ibu balita. Dimana pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki merawat anak kurang mendukung. “Insya Allah kasus ini akan mudah kita atasi. Sebab, Dinas Kesehatan sudah memiliki data yang lengkap soal kasus ini, tinggal bagaimana mencari bentuk intervensi yang lebih tepat,” tandasnya. (ris)
DIarsipkan di bawah: BINKESMAS, GIZI DAN KIA












