LWK POST – Kasus gizi buruk di Kabupaten Banggai nampaknya masih perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak. Sebab, hasil pendataan Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, kasus gizi buruk masih menunjukkan angka yang cukup tinggi. Bulan januari lalu, misalnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai menemukan sedikitnya 66 kasus gizi buruk.
Kasie Gizi Dinkes Banggai, Ir. Wijianto, kepada Luwuk Post, mengatakan, Dinas Kesehatan telah melakukan pemeriksaan terhadap balita di seluruh wilayah puskesmas. Pada pemeriksaan terhadap 19.806 balita yang dilaksanakan selama bulan Januari 2009 ditemukan sedikitnya 66 balita mengalami penyimpangan pertumbuhan yang mengarah pada gizi buruk.
“Kami menemukan 66 balita yang mengalami penyimpangan pertumbuhan dan mengarah pada gizi buruk,” terangnya, kemarin. Wiji_sapaan akrabnya_menyebutkan, selama bulan Januari itu, kasus penyimpangan pertumbuhan yang mengarah pada gizi buruk paling banyak ditemukan di wilayah Puskesmas Saiti yaitu dengan 20 kasus, Balantak 20 kasus, Tangeban 5 kasus, Toima 3 kasus, bualemo 3 kasus serta wilayah puskesmas Toili I sebanyak 8 kasus. “Wilayah paling rawan gizi buruk adalah Kecamatan Nuhon, Balantak, Bualemo, Toili Barat dan Kintom,” kata Wiji merujuk data hasil pemeriksaan terhadap balita pada bulan Maret lalu.
Khusus untuk 66 kasus balita gizi buruk sudah ditangani dengan memberikan MP ASI. Kata Wiji, makanan tambahan yang diadakan melalui anggaran program P2DTK Tahun 2008 itu telah didistribusikan ke seluruh wilayah puskesmas.
Sekedar informasi, prevalensi gizi buruk tahun 2008 di Kabupaten Banggai 5.96 persen, provinsi sulteng 8.9 persen, dan nasional 5.4 persen. Artinya, kasus gizi buruk di daerah ini lebih tinggi dibanding kasus nasional, namun lebih rendah dibanding kasus yang mencuat di seluruh provinsi sulteng. (ris)
DIarsipkan di bawah: BINKESMAS, GIZI DAN KIA | Ditandai: KASUS GIZI BURUK MASIH TINGGI DI KAB.BANGGAI












