DEPKES SIAPKAN OSELTAMIVIR DI PUSKESMAS DAN RUMAH SAKIT

depkesDepartemen Kesehatan secara terus menerus mengikuti perkembangan kesehatan yang terjadi di dunia dengan mengumpulkan data dan informasi serta kajian ilmiah dari berbagai sumber. Menurut Dirjen P2PL Depkes Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P., MARS, sesuai International Health Regulation 2005, setiap negara anggota WHO mempunyai focal point yang secara otomatis memperoleh laporan tentang perkembangan penyakit flu babi (swine flu) yang terjadi di Meksiko dan berbagai belahan dunia lainnya. Continue reading

PRODUK DENDENG/ABON BABI…

Keterangan pers tentang penjelasan terkait produk dendeng/abon babi nomor : KH.00.01.1.53.1674 tanggal 16 april 2009 http://www.pom.go.id/images/blank0.gif

garuda

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
REPUBLIK INDONESIA

KETERANGAN PERS
TENTANG
PENJELASAN TERKAIT PRODUK DENDENG/ABON BABI
NOMOR: KH.00.01.1.53.1674
TANGGAL 16 APRIL 2009

Menanggapi maraknya isu tentang dendeng/abon babi yang dijual sebagai dendeng/abon sapi, Badan POM RI memberikan penjelasan sebagai berikut:

1.     Badan POM RI telah melakukan sampling dan pengujian atas 35 (tiga puluh lima) merek dendeng/abon sapi yang terdiri dari 15 dendeng dan 20 abon. Dari hasil pengujian tersebut ditemukan 5 (lima) dendeng positif DNA babi, yaitu :

No

Label/Nama Produk

No. Pendaftaran

PRODUSEN

KETERANGAN

1.

Dendeng/Abon Sapi Gurih Cap Kepala Sapi (250 gram)

SP 0094/13.06.92

Tidak diketahui

No SP milik
Perusahaan lain

2.

Abon dan Dendeng Sapi
Cap LIMAS (100 gram)

SP 030/11.30/94

Langgeng, Salatiga
(Produsen fiktif)

No SP milik
Perusahaan lain

3.

Abon/Dendeng Sapi Asli
Cap A.C.C

SP 030/11.30/94

Tidak diketahui

No SP milik
Perusahaan lain

4.

Dendeng Sapi Istimewa
Beef Jerky ‘Lezaaat’
(100 gram)

PIRT 201357812877

MDC Food,
Surabaya-Indonesia

-

5.

Dendeng Daging Sapi Istimewa No. 1 Cap 999
(250 gram)

PIRT 201357301367

S. Hendropurnomo,
Malang

-

2.     Bahwa dendeng sapi tersebut diatas termasuk Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (PIRT) yang izin edarnya dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah sehingga penarikan dan pemusnahannya akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah.

3.     Bahwa Balai POM seluruh Indonesia telah diperintahkan untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah guna melindungi masyarakat dari produk tersebut diatas.

4.     Bagi masyarakat yang menemukan produk tersebut dapat memberikan informasi kepada Badan POM melaui Unit Layanan Pengaduan Konsumen dengan nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000 atau email ulpk@pom.go.id dan ulpkbadanpom@yahoo.com.

Demikian penjelasan ini disampaikan untuk disebarluaskan kepada seluruh masyarakat.

untitled-3211

BPOM TEMUKAN DENDENG DAN ABON MENGANDUNG BABI

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dr. Husniah Rubiana Thamrin Akib mengumumkan lima dendeng dan abon sapi yang mengandung DNA babi. Dari kelima produk itu, tiga produk tidak diketahui produsennya atau fiktif dan satu produk terpasang lebel halal.

Lima produk yang mengandung DNA babi itu adalah, Dendeng Abon Sapi Gurih Cap Kepala Sapi 250 gram prodesennya tidak diketahui, Abon Dendeng Sapi cap Limas 100 gram diproduksi Langgeng Salatiga yang ternyata adalah produsen fiktif, Abon Dendeng Sapi Asli cap ACC produsen tidak diketahui, Dendeng sapi Istimewa Beef Jerky Lezaaat 100 gram diproduksi MDC Food Surabaya, dan Dendeng Sapi Istimewa no 1 cap 999 250 gram diproduksi oleh S. Handropurnomo Malang. Continue reading

OBAT BATUK DAN FLU DI INDONESIA AMAN DIKONSUMSI

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Husniah Rubiana Thamrin Akib mengatakan kandungan phenylpropanolamine (PPA) yang terdapat dalam obat flu dan obat batuk yang beredar di Indonesia masih dalam batas aman dikonsumsi. Obat flu dan batuk yang mengandung PPA telah mendapat ijin edar aman sesuai aturan pakai yang telah ditetapkan yaitu maksimal 15 miligram per takaran.

Setiap negara memiliki kebijakan tersendiri mengenai batas penggunaan PPA dalam obat. Di Inggris misalnya, batas aman penggunaan PPA 100 miligram per takaran/ dosis. Continue reading

DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2008

Pada tanggal 21 Agustus 2008, Menteri Kesehatan Republik Indonesia telah mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 791/Menkes/SK/VIII/2008 tentang Daftar Obat Esensial Nasional 2008. Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) merupakan daftar yang berisikan obat terpilih yang paling dibutuhkan dan diupayakan tersedia di unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. DOEN merupakan standar nasional untuk pelayanan kesehatan. Continue reading

Awasi anak, permen Happy Five isi narkoba….

”Happy Five adalah sejenis psikotropika, di dalamnya mengandung zat nimetazepam, yaitu obat psikotropika yang dapat membuat mengantuk, rileks, dan teler.”
Lima orang murid TK Sekar Bangsa langsung terkapar setelah menenggak pil Happy Five yang mereka pikir permen cokelat, Senin kemarin.
”Happy Five adalah sejenis psikotropika, di dalamnya mengandung zat Nimetazepam yaitu obat psikotropika yang dapat membuat mengantuk, rileks, dan teler,” kata Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan Dr. Husniah Rubiana. Dia mengatakan, dosis yang terkandung dalam Happy Five sangat tinggi. ”Kalau sampai dimakan anak-anak apalagi masih berusia 5 tahun, sangat berbahaya, itu dosisnya sangat besar.”
Menurut Husniah, Happy Five berasal dari Jepang dan sudah beredar di beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

54 jenis jamu berbahaya bagi kesehatan…….

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik peredaran 54 jamu/obat tradisional karena terbukti mengandung bahan kimia obat keras yang membahayakan kesehatan manusia. “Semua sudah ditarik dan dimusnahkan dan sudah dilakukan proses pro-yustisia untuk produk yang produsennya belum jelas,” kata Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib di Jakarta kemarin. Continue reading

96 Merek Susu Tidak Mengandung Bakteri Enterobacter Sakazakii

Hasil penelitian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap 96 sampel yang mewakili seluruh merek susu yang terdaftar, membuktikan bahwa tidak ada sampel yang mengandung Enterobacter Sakazakii (ES). Semuanya aman dikonsumsi. Pengujian dilakukan dengan menggunakan 2 metoda yaitu US-FDA dan ISO/TS 22964: 2006, baik pada produk dalam negeri maupun luar negeri, termasuk pada susu dengan harga murah.

Pengujian terhadap 96 sampel susu formula bayi ini dilakukan BPOM sebagai tindak lanjut atas penelitian yang dilakukan Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2003. Hasil penelitian IPB mengungkapkan bahwa Enterobacter sakazakii ada di dalam susu formula. Tidak hanya ES, bersamaan BPOM secara rutin juga melakukan penelitian terhadap kemungkinan adanya cemaran lain seperti cemaran kimia, cemaran fisik, cemaran logam berat, cemaran fungi, dan lainnya.
Demikian pernyataan Kepala Badan POM Husniah Rubiana Thamrin Akib di kantor Departemen Komunikasi dan Informatika, Rabu (2/4), saat jumpa pers mengenai hasil penelitian terhadap susu formula. Hadir dalam acara ini Kepala Pusat Komunikasi Publik Depkes dr. Lily S. Sulistyowati, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Sukman T. Putra, dan Ahli Mikrobiologi dari Universitas Indonesia dr. Ir. Pratiwi Sudarmono, Ph.D. Continue reading

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.