KONTRIBUSI INFEKSI MALARIA, INFEKSI KECACINGAN TERHADAP ANEMIA IBU HAMIL DI KABUPATEN BANGGAI

KONTRIBUSI INFEKSI MALARIA, INFEKSI KECACINGAN
TERHADAP ANEMIA IBU HAMIL
DI KABUPATEN BANGGAI

Wijianto 1. Hamam Hadi 2. Soesanto Tj 2.

INTISARI

Latar belakang : Anemia yang merupakan salah satu masalah gizi pada ibu hamil, di Kabupaten Banggai tahun 2002 prevalensinya mencapai 64,7%. Hasil beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara infeksi malaria, infeksi kecacingan dengan anemia, namun besarnya kontribusi dari kedua variabel tersebut belum banyak dibuktikan. Perlu dilakukan penelitian tentang besarnya kontribusi infeksi malaria, infeksi kecacingan terhadap anemia ibu hamil.

Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan dan mengukur besarnya kontribusi dari infeksi malaria, infeksi kecacingan, terhadap anemia pada ibu hamil.

Metode: Penelitan ini merupakan studi observasional dengan rancangan “cross sectional study”, dilakukan di Kabupaten Banggai dengan jumlah responden 298 ibu hamil. Pengukuran kadar Haemoglobin dengan ”HemoCue”, infeksi malaria dengan metode “Giemsa”, infeksi kecacingan dengan ”katto katz”. Statistik kai-kuadrat dan Odd Ratio untuk analisis bivariat dan sedangkan analisis multivariat dengan regresi logistic dan analisis nilai Atributable Risk.

Hasil: Prevelensi anemia ibu hamil telah mengalami penurunan menjadi 36,6%, dengan rata-rata kadar Hb 11,38 gr/dl. Terdapat 39,6% pernah menderita klinis malaria dan 5,4% yang masih terinfeksi positif. Terdapat 88,9% ibu hamil yang ternfeksi kecacingan. Variabel dominan yang berhubungan dengan status anemia adalah infeksi kecacingan, risiko KEK dan usia kehamilan. Ibu hamil yang terinfeksi kecacingan berisiko 5 kali (95% CI : 1,592-16,809) menderita anemia dibanding dengan yang tidak terinfeksi kecacingan. Ibu yang hamil pada trimester III berpeluang menderita anemia gizi 4,4 kali (95% CI: 1,395 – 13,891) dibandingkan dengan trimester I. Ibu hamil yang berisiko KEK berpeluang menderita anemia gizi 3,4 kali (95% CI: 1,867 – 6,288) dibanding dengan yang tidak berisiko KEK. Hasil analisis nilai Atributable Risk (AR) infeksi kecacingan dapat memberikan kontribusi sebesar 78,1%, sedangkan risiko KEK memberikan kontribusi sebesar 33,7% terhadap kejadian anemia pada ibu hamil. Karena prevalensinya yang rendah, infeksi malaria belum memberikan kontribusi yang berarti terhadap kejadian anemia ibu hamil.

Kesimpulan: Terjadi penurunan prevalensi anemia dari 64,7% menjadi 36,6%. Infeksi kecacingan dan risiko KEK mempunyai kontribusi yang besar terhadap kejadian anemia pada ibu hamil, karena prevalensinya yang rendah infeksi malaria belum memberikan kontribusi yang bermakna.

Kata kunci: malaria, kecacingan, anemia dan ibu hamil.

Kalau ada yang membutuhkan file lengkapnya …silahkan email ke : diinkes_luwuk@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: