Hubungan Antara Anemia Infeksi Kecacingan pada Ibu Hamil terhadap kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah

Nur Eli Asomah[1], Teguh Rubedo[2], Siti Helmyati[3], Wijianto4

INTISARI

Latar Belakang: Penyakit Infeksi dan parasit merupakan masalah kesehatan yang menonjol, shg pencegahan dan pemberantasan memerlukan perhatian yang sungguh-sungguh. Prevalensi dan intensitas infeksi kecacingan masih cukup tinggi, yaitu antara 40-60% pada golongan semua umur, pada anak sekolah dasar lebih tinggi, yaitu 60-80% secara kumulatif infeksi kecacingan dapat menimbulkan kekurangan kalori, protein dan darah Hasil penelitian yang dilakukan di Kabupaten Banggai tahun 2006 didapatkan bahwa 88.9% ibu hamil terinfeksi kecacingan dengan jenis cacing adalah Ascaris lumbricoides, Trichiuris trichiura dan Hook worms, diantara ibu hamil yang menderita infeksi kecacingan terdapat 38.8% menderita anemia

Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan anemia infeksi kecacingan pada ibu hamil terhadap kejadian Bayi berat lahir rendah di kabupaten Banggai Sulawesi Tengah

Metodologi Penelitian : Penelitian ini dilakukan di Banggai dan merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian kohort. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2007. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil yang menjadi responden pada penelitian anemia 2006 pada bulan September s/d November, sebanyak 298 ibu hamil. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 85 orang kasus dan 85 orang kontrol. Uji statistik yang digunakan untuk menganalisis hubungan adalah uji Chi – Square dengan tingkat kepercayaan 95%.

Hasil Penelitian : Ibu yang menderita anemia jumlah anak yang dilahirkan dengan status BBLR sebesar 18,8%, sedangkan pada kelompok ibu yang tidak menderita anemia yang melahirkan dengan dengan BBLR 15,3%. ibu yang terinfeksi kecacingan dengan intensitas berat melahirkan anak 31% dengan status BBLR, dan ibu yang terinfeksi kecacingan dengan intensitas berat melahirkan anak 38.3% dengan berat badan normal . Ibu hamil yang menderita anemia dan terinfeksi kecacingan yang melahirkan anak dengan berat badan lahir rendah terdapat 55,2%. Sedangkan ibu yang tidak anemia anaknya yang lahir dengan berat badan lahir rendah sebanyak 44,8%

Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang bermakna Anemia infeksi kecacingan dengan kejadian berat badan lahir rendah. Infeksi kecacingan pada ibu hamil tidak mempengaruhi secara langsung terhadap kejadian BBLR.

Kata Kunci : Anemia, Infeksi Kecacingan, Ibu Hamil dan BBLR.


[1] Puskesmas Simpong Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah

[2] Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Jogjakarta

[3] Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Jogjakarta

4. Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai

2 Tanggapan

  1. allow, saya ingin melakukan pengabdian masyarakat yang berhubungan dengan penanganan anemia, boleh saya minta hasil penelitiannya???? trims sebelumnya

    • Admin : Domisilinya dimana??hasil penelitiannya ada di ktr Dinas KEsehatan Kab.Banggai,bisa di copy….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: