50% DESA DI INDONESIA TELAH MENJADI DESA SIAGA

Saat ini 50% dari jumlah desa yang ada telah menjadi desa siaga. Diharapkan pada tahun 2009 seluruh desa yang jumlahnya sekitar 70.000 telah menjadi desa siaga. Selain itu selama empat tahun ini berbagai upaya pembangunan kesehatan telah dilakukan antara lain membenahi Puskesmas dan Rumah Sakit baik fisik, sistem, dan SDM-nya sehingga peran dan fungsinya dapat dimantapkan sebagai unit terdepan pelayanan kesehatan. Dengan demikian bukan hanya Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yang dilaksanakan secara mantap, tetapi kualitas Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) juga lebih ditingkatkan. Disamping itu peningkatan UKP diarahkan untuk peningkatan di fasilitas kesehatan terpencil dan perbatasan sehingga mampu memberikan pelayanan maksimal dan tuntas. Peran dalam UKM lebih ditingkatkan terutama dalam memberikan upaya kesehatan berbasis masyarakat yang dapat mendukung Desa Siaga.

Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan, Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP (K) dalam amanatnya pada peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-44 tanggal 12 November 2008 di halaman upacara Depkes. Upacara diikuti oleh jajaran kesehatan dari Departemen Kesehatan RI, TNI, POLRI, BUMN, Rumah Sakit dan lembaga lainnya. Tema yang diangkat dalam peringatan tahun ini adalah Rakyat Sehat, Kualitas Bangsa Meningkat.

Menurut Menkes, tema tersebut dipilih karena pada peringatan HKN ke-44 agar dapat lebih mengarah kepada kegiatan nyata yang berdampak semakin meningkatnya derajat kesehatan masyarakat yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas bangsa secara keseluruhan.

Menkes menyatakan rakyat yang sehat merupakan kekuatan negara dan bagian dari ketahanan nasional sehingga mampu memberikan sumbangan nyata dalam meningkatkan daya saing bangsa. Rakyat sehat juga merupakan wujud keuletan dan ketangguhan suatu bangsa yang memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya baik secara fisik, mental maupun sosial, memiliki produktivitas yang tinggi sebagai perwujudan kualitas bangsa. Kualitas bangsa selama ini diukur dengan indeks pembangunan manusia (IPM) atau Human Developmen Index (HDI) yang merupakan komposit dari indikator pendidikan, kesehatan dan tingkat perekonomian masyarakat yang masih lebih rendah dibanding negara-negara ASEAN. Hal ini bisa diukur dengan masih tingginya angka kematian ibu, angka kematian bayi, prevalensi gizi kurang dan gizi buruk terutama pada masyarakat miskin dan tidak mampu.

Menurut Menkes, Depkes memberikan prioritas tinggi dalam memberikan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat miskin dan tidak mampu semakin terjamin melalui program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dengan sasaran 76,4 juta jiwa.

Menkes menambahkan SDM strategis (dokter, dokter gigi, dan bidan) juga telah ditingkatkan pengelolaannya melalui berbagai program pengangkatan menjadi CPNS, PTT, kerja sama daerah dan beasiswa. Begitu juga penyebarannya terus ditingkatkan ke seluruh pelosok tanah air.

Sedangkan Rumah Sakit diarahkan sebagai sarana kesehatan yang mampu mengatasi masalah kesehatan rujukan yang handal, bermutu dan mengutamakan keselamatan pasien (patient safety). Begitu pula dengan anggaran kesehatan. Dana Dekonsentrasi dan Tugas Perbantuan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang kesehatan untuk daerah setiap tahun ditingkatkan yang berdampak langsung untuk masyarakat. Semua itu pada hakikatnya sebagai bukti semakin memantapkan komitmen negara dalam mewujudkan rakyat sehat, karena dengan meningkatnya kualitas bangsa akan meningkatkan kemandirian dan ketahanan bangsa Indonesia, ujar Menkes.

Dengan momentum peringatan HKN ke-44 tahun 2008 ini diharapkan secara terus-menerus untuk melakukan koreksi dan perbaikan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Upaya-upaya kuratif dan rehabilitatif harus seimbang dengan upaya promotif dan preventif yang melibatkan peran serta aktif masyarakat untuk mempercepat terwujudnya Indonesia Sehat. Masyarakat termasuk sektor swasta dan dunia usaha melalui kemitraan menjadi faktor kunci dalam menyelesaikan masalah kesehatan bersama-sama dengan penyedia pelayanan (provider) kesehatan dan lintas sektor, ujar Menkes.

Juga yang tidak kalah penting adalah memotivasi dan memberikan penghargaan bagi para kader kesehatan masyarakat peduli kesehatan yang telah berjasa dalam menyehatkan masyarakat melalui berbagai upaya kesehatan yang telah dilakukan selama ini. Berbagai komponen bangsa dalam bentuk aliansi dan gerakan masyarakat sehat dapat berperan aktif dan berkontribusi positif dalam mengatasi masalah kesehatan yang ada. Untuk itu prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat menjadi kemampuan yang harus dikuasai oleh setiap jajaran kesehatan di lapangan, tambah Menkes.

Dalam akhir sambutannya, Menkes menyampaikan pesan tentang pentingnya semua orang untuk meningkatkan derajat kesehatan yang berdampak pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia dan produktivitas nasional.

Pertama, Pembangunan kesehatan merupakan perwujudan sehat sebagai hak azasi rakyat dan merupakan investasi bagi pembangunan nasional. Oleh karena itu semua pelaku pembangunan harus memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan status kesehatan masyarakat sekaligus derajat kesehatan nasional.

Kedua, Peran masyarakat dalam pembangunan kesehatan semakin penting. Sekalipun Pemerintah telah memberikan perhatian besar dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat seperti Jamkesmas, namun kemandirian masyarakat dalam memelihara kesehatannya serta meningkatkan kualitas kesehatannya menjadi bagian yang paling menentukan dalam peningkatan derajat kesehatan nasional.

Ketiga, seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat, baik manajemen maupun pelayanan agar terus-menerus meningkatkan komitmennya dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan sehingga masyarakat semakin sehat dan produktif sebagai langkah pasti peningkatan kualitas bangsa. Kita wujudkan rakyat sehat menuju bangsa yang sehat dan bermartabat melalui semangat “BERSAMA KITA BISA”.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faksimili: 021-5223002 dan 52921669, atau alamat email puskom.publik@yahoo.co.id.

Satu Tanggapan

  1. Itu desa siaga seperti apa/ strata apa dulu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: