Uji Kompetensi Dokter Indonesia Tahun 2009

Uji Kompetensi Dokter Indonesia Tahun 2009
By PMdN Perkantas

Uji Kompetensi Dokter Indonesia Tahun 2009
1. Batch 1 : 28 Februari 2009
2. Batch 2 : 16 Mei 2009
3. Batch 3 : 15 Agustus 2009
4. Batch 4 : 14 November 2009
Catatan: Untuk Batch 1 pendaftaran ditutup tanggal 28 Januari 2009Pedoman Pendaftaran:
1. Peserta yang dapat mengikuti Uji Kompetensi Dokter adalah: dokter lulusan fakultas kedokteran/ PSPKD yang akan memerlukan Sertifikat Kompetensi Dokter
2. Urutan penyusunan dokumen pendaftaran:
– Pasfoto terbaru (6 bulan terakhir) berwarna dengan latar belakang merah ukuran 4×6 (6lembar), 3×4 (5 lembar), 2×3 (2 lembar)·
– Fotokopi bukti identitas (KTP/SIM/Paspor)·
– Fotocopy legalisir ijazah dokter atau ijazah sementara.·
– Daftar Isian Surat Keterangan Sehat Bagi Dokter/Dokter Gigi *)·
– Surat Keterangan Sehat Fisik dan Mental·
– Bukti setor biaya STR, Rp 250.000,- per peserta yang disetorkan ke rekening Bank BNI Cabang Melawai Raya Kebayoran Baru Jakarta Selatan No 93.20.5556 atas nama Konsil Kedokteran Indonesia·
– Formulir pendaftaran 1a*)·
– Formulir pendaftaran 1b*)·
– Bukti Angkat Sumpah (legalisir)·
– Bukti setor biaya Uji Kompetensi Dokter Indonesia sebesar Rp 300.000,- per peserta yang disetorkan melalui Bank BNI Cabang Menteng no.rek 149.112.966 a/n PB IDI-KDDKI

Prosedur Pendaftaran Uji Kompetensi
1. Semua dokumen dimasukkan ke Amplop berwarna Coklat polos, ukuran F4 dan dibagian muka dituliskan identitas peserta dan dikembalikan kepada petugas pendaftaran
2. Peserta yang telah mendaftar tidak dapat membatalkan keikutsertaannya. Biaya dan dokumen pendaftaran tidak dapat dikembalikan oleh KBUKDI
3. Pendaftaran dianggap sah bila telah melengkapi semua dokumen yang disyaratkan dan telah membayar biaya Uji Kompetensi

Pelaksanaan Uji Kompetensi
1. Komite Bersama UKDI akan mengirimkan konfirmasi jumlah peserta dan nomor ujian ke setiap tempat pendaftaran 4 hari sebelum tanggal pelaksanaan ujian
2. Peserta akan mendapatkan Kartu Tanda Peserta Uji Kompetensi yang dapat diambil di tempat pendaftaran
3. Pada hari pelaksanaan Uji Kompetensi, setiap peserta harus membawa Kartu Tanda Peserta ke tempat pelaksanaan ujian.
4. Peserta Uji Kompetensi tidak dibenarkan menukar lokasi ujian setelah formulir pendaftaran dikirimkan
5. Ujian dimulai pukul 08.00 WIB dan berlangsung selama 200 menit*)

Formulir dapat diperoleh di
– Fakultas Kedokteran terdekat
– Website KKI, http://www.inamc.org
– Sekretariat KBUKDI:Jl. GSSY Ratulangie No.29 Jakarta 10350
Telp. (021) 3908435, 3922923 Fax. (021) 3908435
Email: komitebersama @yahoo.com

5 Tanggapan

  1. kalo untuk yg drg ada tidak? mohon infonya

  2. mau sampai kpn UKDI diberlakukan.UKDI adalah mesin Pencipta pengangguran buat para dokter.UKDI tidak menghargai pendidikan dokter formal yg dilaksanakan oleh Negeri dan Swasta.UKDI menjadi mesin ATM secara kasar UKDI sbg pemeras dokter2 yg br slsi angkat sumpah…..ha ha ha ha ha hidup sudah susah justru dipersulit dg peraturan2 yg merugikan………….apalagi ya trik kedepannya tuk menghasilkan duit tuk memeras……..kasihan negeriku Indonesia….wargamu tidak bisa mendedikasikan dirinya sbg dokter…..dr suara hati yg tertindas oleh TS yg lupa akan Sumpah dokter.

  3. Selamat atas terpilihnya Dr.dr. Endang Rahayu sebagai mentri kesehatan. semoga menteri yang sekarang lebih memikirkan nasib kaum dokter di indonesia dg membuat segala peraturan yang mempersulit teman teman dokter….

  4. Payah segala ada perpanjangan str, ya di kota enak banyak seminar cb dokter yg tinggal dikampung kpn mau seminar soalnya IDI cabang jarang ngadain seminar, yg bkn pusing hrs ngumpulin 250 skp..woii orang2 KKI pada mikir dong kl bikin peraturan jangan ingin enak sendiri, situ enak orang kota aksesnya banyak nah kl yg di kmpung gimana tolong dipikirkan dan di tinjau ulang lagi!!!!!

  5. Tiap kali seminar 2 SKP dalam kota mesti buang minimal 300 ribu untuk ongkos,bensin dan biaya seminar itu,belum waktu tenaga dan jadwal praktek terbuang yang berarti tidak dapat uang.SKP mesti 250,dari praktek sehari2 cuma 12 skp _ 25 skp pertahun.kalau mesti ikut 100 seminar,berarti dokter2 harus anggarkan lebih dari 30 juta untuk 5 tahun buat seminar.setahun 6 juta. Apa lebih baik untuk fakir miskin aja? Dokter bukan orang kaya.kalau untuk tambah ilmu gak mesti ikut seminar kan,baca buku juga bisa.kasih buletin untuk dokter baca. Perawat,bidan mantri praktek tidak dipermasalahkan.apa kompetensi lulusan para dokter di tanah air lebih meragukan dari mereka? Seminar pun tidak terjadwal dab tidak memfasilitasi perolehan skp. Aturan apa ini!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: