SOSIALISASI JANKESMAS DI KAB.BANGGAI BERLANGSUNG ALOT

LWK POST – Rumitnya kepesertaan dalam jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) masih menjadi masalah utama. Persoalan itu mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin/Jamkesmas tingkat Kabupaten Banggai 2009 yang digelar sehari bertempat di graha PKK Rabu (6/5), kemarin. Hadir sekitar 30-an peserta terdiri dari 20 Kepala Puskesmas di Kabupaten Banggai, pengelola Jamkesmas Dinkes Banggai, perwakilan PT Askes Cabang Luwuk.

Sosialisasi itu berlangsung alot saat sesi dialog, seperti yang terjadi di daerah lain, hampir semua Puskesmas di Kabupaten Banggai mengeluhkan soal kepesertaan. Selain itu persoalan pendaaan dalam pelayanan medis di Puskesmas juga masih menjadi masalah di beberapa Puskesmas. Misalnya yang terjadi di Puskesmas Sinorang Kecamatan Batui. Sejak Juni 2007 hingga 2008 masih menyisakan sekitar 200 pertolongan persalinan yang belum dibayarkan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Puskesmas Sinorang Anrizky, menanyakan kepada pengelola Jamkesmas Dinkes Sulteng solusi atas persoalan yang dihadapi di wilayahnya. Kabid Bina Jaminan dan Sarana Kesehatan Dinkes Sulteng Masdiana Ain SKM MKes, menyarankan kepada pihak Puskesmas untuk membuat laporan tertulis yang diusulkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten, diteruskan ke Dinas Kesehatan Provinsi yang selanjutnya diusulkan ke pusat.

Sementara itu Kepala Puskesmas Toili II dr Zulkifly Panggato, menanyakan persoalan perbedaan data yang dimiliki Puskesmas dengan data yang ada di BPS. Pihaknya berharap Pemda bisa mengakomodir data masyarakat miskin yang hingga kini belum terdaftar sebagai peserta Jamkesmas.

Menjawab soal perbedaan data Masdiana Ain mengatakan di tahun 2009 akan dilakukan updating data. Data itu merujuk data dari BPS lantas dilakukan verifikasi data di setiap wilayah yang akan dilakukan pemerintah setempat dalam hal ini kepala desa dan lurah sebagai kepala wilayah yang mengetahui warga miskin di wilayahnya.

Kadis Kesehatan Banggai dr H Hariadi M Kes, yang turut hadir dalam sosialisasi itu mengakui soal perbedaan data yang kini masih bermasalah. Bahkan menurutnya dari hasil kujungan Dinkes dalam pelayanan kesehatan di sejumlah daerah terpencil di Kabupaten Banggai, sebagian besar warga di daerah terpencil belum memiliki kartu Jamkesmas. Sejumlah kesimpulan dari sosialisasi itu seperti yang diungkapkan pengelola Jamkesmas Dinkes Sulteng, bahwa kepesertaan masih menjadi masalah utama.

Diharapkan kepada Pemkab Banggai mewujudkan program jaminan kesehatan daerah (Jamkesda). Sementara itu soal kelebihan data di luar tanggungan Jamkesmas disarankan menjadi perhatian Pemda untuk mendapatkan alokasi pendanaan dari APBD kabupaten.

Sejumlah materi selama sosialisasi di antaranya Kebijakan Jamkesmas 2009 oleh Kabid Bina Jaminan dan Sarana Kesehatan Dinkes Sulteng Masdiana Ain SKM MKes, Pelaporan oleh pengelolah Jamkesmas Dinkes Sulteng Poltak dan materi Pelaporan dari pengelolah Jamkesmas Dinkes Banggai Husain SKM M Kes.

Sementara itu Kadiskes Banggai dr H Hariadi M Kes, yang menutup kegiatan sosialisasi Jamkesmas itu menegaskan kepada seluruh Puskesmas untuk tetap memberi layanan yang layak kepada masyarakat miskin yang berkunjung ke Puskesmas. (ris)

Satu Tanggapan

  1. Orang miskin punya kartu jamkesmas masih di pungut biaya persalinan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: