PENEMPATAN TENAGA KESEHATAN STRATEGIS DI DAERAH TERPENCIL

Masalah tenaga kesehatan telah menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah karena mempunyai kontribusi yang sangat besar untuk kesuksesan pembangunan kesehatan. Inpres nomor 1 tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010 menekankan upaya penempatan tenaga kesehatan strategis di daerah terpencil, tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK) dalam rangka peningkatan pemerataan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM (PPSDM) Kesehatan Dr. Bambang Giatno Rahardjo, MPH saat temu media, Jum’at, 13 Agustus 2010 di Kementerian Kesehatan.

Dr. Bambang Giatno menambahkan, Inpres nomor 3 tahun 2010 tentang Program Pembangunan Yang Berkeadilan dijelaskan upaya penanganan masalah tenaga kesehatan diprioritaskan mulai dari pemetaan kebutuhan nakes dan peningkatan persentase formasi nakes yang harus disediakan untuk DTPK.

Terkait dua kebijakan dan latar belakang tersebut, Kementerian Kesehatan telah melakukan langkah-langkah konkret untuk implementasinya.

Upaya meningkatkan jumlah tenaga kesehatan strategis di setiap puskesmas dan rumah sakit di DTPK dilakukan melalui mekanisme penempatan tenaga medis dan bidan PTT serta mekanisme penugasan khusus. Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan nakes di puskesmas di DTPK, Kemenkes menempatkan tenaga medis dan bidan PTT dan nakes penugasan khusus lulusan Diploma III antara lain perawat, sanitarian/kesehatan lingkungan, tenaga gizi, tenaga analis kesehatan, dan tenaga farmasi, ujar Dr. Bambang Giatno.

Menurut Dr. Bambang Giatno, hingga Agustus 2010, untuk 257 puskesmas di 35 Kabupaten DTPK, telah direkrut dan ditempatkan sebanyak 346 dokter dan dokter gigi PTT, 140 bidan PTT, 303 nakes penugasan khusus (aktif sebanyak 293 nakes). Sedangkan untuk rumah sakit, telah ditempatkan sebanyak 98 residen senior di RS kabupaten yang membutuhkan. Penugasan khusus residen senior masih terus diupayakan untuk ditingkatkan jumlahnya mengingat mayoritas RSUD Kabupaten tersebut bila ditinjau dari ketersediaan  tenaga medis spesialis masih belum memenuhi standar nasional untuk kelas C.

Berkaitan dengan hal itu, Kemenkes menjalin kerjasama dengan 13 Fakultas Kedokteran Universitas Negeri yang memiliki program dokter spesialis yaitu pemberian bantuan pendidikan untuk peserta program pendidikan dokter spesialis/dokter gigi spesialis (Permenkes RI No 535/Menkes/Per/VI/2008) dan penugasan residen senior ke RSUD kabupaten yang membutuhkan terutama di DTPK.

Dr. Bambang Giatno mengatakan kendala utama dalam upaya meningkatkan ketersediaan nakes baik dalam jumlah, jenis, dan distribusi secara merata adalah tidak tersedianya data yang akurat yang menjadi dasar untuk menghitung perkiraan kebutuhan nakes untuk sarana pelayanan kesehatan. Tahun 2010 Kemenkes bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Propinsi telah melakukan upaya pemetaan ketersediaan nakes dan kebutuhan di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah termasuk RS dan puskesmas. Hingga saat ini 90% dari 495 Kabupaten/kota telah mengirimkan data keadaan nakes.

Sedangkan kendala dalam pelaksanaannya Dr. Bambang Giatno menjelaskan yaitu kepastian penyediaan anggaran untuk kesinambungan pelaksanaan program, koordinasi dalam pelaksanaan masih perlu ditingkatkan antara Kemenkes dengan lintas Kementerian terkait dan antara pusat dan daerah. Kendala lain komitmen pemerintah daerah belum sepenuhnya terwujud terutama dalam penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai dan memenuhi standar.

Ke depan direncanakan ada peningkatan jumlah nakes yang ditugaskan di DTPK. Target akhir tahun 2010 penempatan nakes mencapai 1200. Masalah data hasil pemetaan akan diolah dan dikonfirmasi ulang secara sampling ke 60 Kabupaten/kota untuk mengukur akurasi data agar diperoleh hasil perhitungan kebutuhan sesuai kondisi sebenarnya di lapangan, tambah Dr. Bambang Giatno.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-500567, 30413700, atau alamat e-mail // <![CDATA[// <![CDATA[
var prefix = 'mailto:';
var suffix = '';
var attribs = '';
var path = 'hr' + 'ef' + '=';
var addy54677 = 'puskom.publik' + '@';
addy54677 = addy54677 + 'yahoo' + '.' + 'co' + '.' + 'id';
document.write( '‘ );
document.write( addy54677 );
document.write( ” );
// ]]>
puskom.publik@yahoo.co.id// <![CDATA[// This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it // <![CDATA[// <![CDATA[
document.write( '’ );
// ]]>, // <![CDATA[// <![CDATA[
var prefix = 'mailto:';
var suffix = '';
var attribs = '';
var path = 'hr' + 'ef' + '=';
var addy64281 = 'info' + '@';
addy64281 = addy64281 + 'depkes' + '.' + 'go' + '.' + 'id';
document.write( '‘ );
document.write( addy64281 );
document.write( ” );
// ]]>
info@depkes.go.id// <![CDATA[// This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it // <![CDATA[// <![CDATA[
document.write( '’ );
// ]]>, // <![CDATA[// <![CDATA[
var prefix = 'mailto:';
var suffix = '';
var attribs = '';
var path = 'hr' + 'ef' + '=';
var addy96390 = 'kontak' + '@';
addy96390 = addy96390 + 'depkes' + '.' + 'go' + '.' + 'id';
document.write( '‘ );
document.write( addy96390 );
document.write( ” );
// ]]>
kontak@depkes.go.id// <![CDATA[// This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it // <![CDATA[// <![CDATA[
document.write( '’ );
// ]]>.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: