Sosialisasi Jamkesmas,Jampersal dan BOK Tahun 2011

Dalam rangka mensukseskan program pemerintah di bidang kesehatan bagi masyarakat terutama masyarakat miskin,Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai melakukan Sosialisasi penyelenggaraan Jamkesmas, Jampersal dan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tahun Anggaran 2011,dengan melibatkan Lintas program dan Lintas Sektor tanggal 6 s/d 7 Mei 2011.

Dalam Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Kab.Banggai,Kepala Badan Pemberdayan Perempuan dan KB,Kepala BPMD, Kepala Puskesmas, Pengelola Keuangan Puskesmas dan Tata Usaha Puskesmas. Kegiaan ini di Buka langsung oleh SEKAB Kab.Banggai  dan diharapkan agar program pemerintah ini betul-betul dijalankan sesuai dengan peraturan dan Juknis yang telah ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan sehingga berdampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat dan pencapaian Indikator Pelayanan kesehatan (SPM) dan MDG’s Kesehatan sehingga target indikator SPM dan MDG.s kesehatan tahun 2015 dapat terwujud.

Dalam kegiatan ini menggunakan metode  Ceramah dan Diskusi mendalam tentang Juknis Jampersal,Jamkesmas dan BOK sehingga diharapkan kepada Puskesmas untuk memanfaatkan pertemuan ini agar dapat mengerti dan memahami pedoman dan juknis tersebut.

About these ads

6 Tanggapan

  1. Kenapa SOSIALISASI JAMPERSAL sampai saat ini kok sangat minim?
    program dan dana dah ada tinggal di salurkan apa susahnya?

    Tp kok puskesmas sepertinya enggan menjalankan program ini .
    para bidan jg sepertinya kompak untuk tidak mensosialisasikan jampersal.

    Terbukti setelah saya tanya beberapa bidan di puskesmas jawabannya seperti enggan gitu tidak memberi keterangan secara lengkap. Padahal dah jelas puskesmas tersebut menjalankan program jampersal .
    Apakah Jampersal merugikan para bidan??

    ada apa dg mental para bidan itu, knp ga da jiwa sosialnya sama sekali .

    di beberapa daerah malah dana jampersal terancam di kembalikan ke pusat , benar2 parah .

  2. setuju,,sy jg benar benar kecewa ttg pelayanan jampersal,,sy diberi info dah lengkap ngumpulin syarat2nya,,tp menjelang hari persalinan yg sebelumnya diperkirakan normal ternyata sy hrus bayar full untuk caesar,,sekarang br sy tau kalo jampersal itu jg untuk caesar,,kenapa bisa begini???siapa yg disalahkan???lalu jika syarat sy sdh lengkap bisakah dicairkan???jd bidan nya dong yg kaya raya??sdh jiwa sosial g ada,uang diembat pula,kenapa jiwa menolong sesama aja sdh tdk ada di indonesia

  3. Dalam hal jampersal kenapa hanya bidan yang dipersalahkan? Bidan adalah tenaga profesi bukan birokrat atau pejabat, dikatakan bidan ngembat apa memang terima uang tanpa bekerja sesuai profesi?

  4. Mempertanyakan jiwa sosial bidan? nyatanya mereka bisa bayar? aneh?

  5. Program Jampersal membuat Bidan kehilangan otoritas keprofesoinalannya bisa dikatakan mirip pegawai kecamatan yang membuat KTP sehingga masyarakat bisa berkomentar miring seperti ngembat,sekongkol,tidak punya jiwa sosial dll. Mendingan Dukun Beranak selama dia bekerja sesuai profesinya tidak mungkin ada yang komentar miring

  6. Masyarakat tentunya beranggapan Bidan tinggal ambil dana Jampersal langsung pada hari itu juga di loket tanpa pemotongan setelah persyaratan Jampersal lengkap, apa memang demikian? kalau tidak ya hendaknya pihak yang berwenang bisa menjaga nama baik Bidan agar tidak ada komentar miring pada Bidan seperti ( ngembat, tdk punya jiwa sosial dsb )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: